Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

Trending

― Advertisement ―

spot_img

Nasional

Peristiwa

Gaji Tukang Proyek Stadion Singaperbangsa Karawang Belum Dibayar, Warung dan Suplier Ikut Terdampak hingga Puluhan Juta

KARAWANG | INFOKUS.CLICK – Sejumlah pekerja bangunan dan pelaku usaha kecil mengeluhkan belum dibayarkannya upah serta tagihan proyek pembangunan Stadion Singaperbangsa Karawang oleh pihak kontraktor, CV Sexy Road. Senin 30/3/26

Salah satu pekerja, Farhan Fahru Roziy, mengaku belum menerima gaji sejak Januari 2026 hingga setelah Lebaran. Ia menyebut sistem pembayaran dilakukan setiap dua minggu, namun hingga kini tidak ada realisasi pembayaran.

“Total kerugian sekitar Rp23 juta untuk lima orang tukang yang bekerja di proyek stadion titik utara dan selatan. Dari sebelum puasa sampai sekarang hanya janji-janji saja,”Ucap Farhan Fahru Roziy

Farhan juga mengaku terpaksa menjual sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat tidak adanya pemasukan selama berbulan-bulan.

Baca Juga  Klarifikasi CV Sexy Road Soal Tunggakan Upah dan Utang Warung Proyek Stadion Singaperbangsa

“Kami ingin ada kejelasan. Saya punya keluarga yang harus dinafkahi,” kata Farhan .

Tak hanya pekerjaan, sejumlah pelaku UMKM yang menyuplai kebutuhan proyek juga mengaku mengalami kerugian. Di antaranya Warung Bu Mimin yang memiliki piutang sekitar Rp12 juta, Warung Cindy sebesar Rp47 juta, serta tagihan material mencapai Rp35 juta yang belum dibayarkan.

Pemilik Warung Nasi Azriel, Mimin Suherni, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyuplai makanan untuk pekerja proyek sejak tahap pertama pada Agustus 2025.

“Untuk tahap pertama saja masih ada utang sekitar Rp15 juta. Masuk tahap kedua dari Desember 2025 sampai Februari 2026 juga belum dibayar sama sekali, hanya janji-janji,” jelasnya.

Baca Juga  Klarifikasi CV Sexy Road Soal Tunggakan Upah dan Utang Warung Proyek Stadion Singaperbangsa

Menurut Mimin, biasanya pembayaran dilakukan langsung oleh pihak kantor tanpa perantara. Namun pada proyek kali ini, pembayaran justru tersendat.

“Saya tidak menyalahkan tukang atau mandor. Kami menagih ke pihak kantor, tapi jawabannya belum ada dana. Total kerugian saya sekitar Rp25 juta,” Ucap Mimin

Hal serupa disampaikan Cindy, pemilik warung lainnya yang turut terdampak. Ia mengaku mengalami kerugian hingga Rp47,4 juta akibat tidak adanya pembayaran sejak Desember 2025.

“Awalnya lancar, tapi sejak Desember tidak ada pembayaran sama sekali. Saya sampai tidak bisa berjualan karena modal habis. Bahkan saya sempat sakit karena memikirkan utang yang menumpuk,” ungkap Cindy.

Baca Juga  Klarifikasi CV Sexy Road Soal Tunggakan Upah dan Utang Warung Proyek Stadion Singaperbangsa

Cindy menambahkan, modal usahanya sebagian berasal dari pinjaman, sehingga tekanan ekonomi semakin berat akibat macetnya pembayaran dari proyek.

Para pekerja dan pelaku usaha berharap adanya perhatian dan penyelesaian dari pihak terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Karawang.

“Kami hanya ingin hak kami dibayarkan. Kalau proyek sudah selesai, seharusnya diselesaikan juga kewajibannya,” tegas Mimin warung nasi Azriel

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor CV Sexy Road belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pembayaran tersebut,”Pungkasnya (Andyka )

Artikel Lainnya

Tops News

Populer