KARAWANG | INFOKUS.CLICK – Pemerintah Kabupaten Karawang meresmikan gedung baru Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karawang sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.Jumaat 24/7/26
Dihadiri oleh bupati karawang, Sekda karawang, wakil bupati karawang, Camat telukjambe timur,dinas kesehatan,Anggota DPRD karawang Komisi IV, Kepala desa sukaharja

Fasilitas IGD baru tersebut dirancang mampu menampung hingga 47 bed, dengan 41 bed yang telah disiapkan untuk tahap awal pelayanan.
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, mengatakan peresmian IGD baru ini menjadi salah satu jawaban atas tantangan pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya terkait antrean dan kepadatan pasien di IGD.
Menurutnya, selama ini masih terdapat keluhan masyarakat yang menganggap pasien tidak diterima ketika datang ke IGD. Padahal, kata Aep, seluruh pasien tetap mendapatkan pelayanan, namun kondisi ruangan yang penuh terkadang menjadi kendala.
“Sebetulnya bukan tidak diterima, semua diterima. Tapi kalau sudah penuh, mau seperti apa. Nah, di sini lebih canggih lagi,” ujar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh.
Bupati menjelaskan, IGD baru RSUD Karawang kini memiliki sistem pelayanan yang lebih terintegrasi. Setiap pasien akan mendapatkan penanganan berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya melalui sistem triase.
Pasien dengan kondisi paling gawat akan masuk kategori P1 dan mendapatkan penanganan segera. Setelah kondisinya membaik, pasien dapat berpindah ke kategori berikutnya hingga akhirnya dipindahkan ke ruang perawatan apabila sudah stabil.
Dengan sistem tersebut, kondisi pasien dapat dipantau secara lebih jelas sehingga keluarga juga dapat mengetahui perkembangan penanganan pasien.
“Misalkan ada pasien gagal napas, masuk P1 dan langsung ditangani. Setelah kondisinya membaik, statusnya bisa berubah dan selanjutnya masuk ke ruangan,” jelasnya.
Bupati berharap keberadaan gedung IGD baru ini dapat meningkatkan kecepatan dan kualitas pelayanan sekaligus mengurangi persoalan penumpukan pasien di RSUD Karawang.
Ia juga mengapresiasi jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dan manajemen RSUD Karawang yang telah menyiapkan sistem pelayanan baru tersebut.
Sementara itu, Direktur RSUD Karawang, dr. Andri Sariful Alam, mengungkapkan bahwa fasilitas IGD baru kini memiliki kapasitas sekitar 40 tempat tidur yang didukung sejumlah ruangan penunjang dengan fasilitas lebih memadai dibandingkan sebelumnya.
Selain ruang pelayanan pasien, IGD baru juga dilengkapi fasilitas khusus untuk bayi serta satu kamar operasi khusus yang dapat digunakan untuk menangani pasien dalam kondisi emergensi.
“Kalau ada pasien emergensi yang harus operasi, terutama ibu hamil, sudah siap langsung. Kamar operasinya sudah disiapkan dan dalam kondisi steril,” kata dr. Andri Sariful Alam.
Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Karawang juga telah melakukan rekrutmen tenaga kesehatan melalui proses seleksi dan uji kompetensi.
Rekrutmen tersebut dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan tenaga kesehatan yang bertugas memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pelayanan.
Setelah penguatan layanan IGD, RSUD Karawang juga menyiapkan tambahan ruang rawat inap dengan kapasitas sekitar 41 tempat tidur.
Penambahan tersebut diharapkan dapat membuat alur pelayanan pasien lebih lancar, mulai dari IGD hingga pasien mendapatkan ruang perawatan.
“Jadi kalau sudah dari sini, mudah-mudahan tidak menumpuk lagi. Sekarang juga sudah ada RSUD Rengasdengklok, sehingga pasien bisa terbagi dan pelayanan tidak hanya terpusat di satu rumah sakit,” jelasnya.
Dengan beroperasinya IGD baru serta dukungan fasilitas rawat inap dan keberadaan RSUD Rengasdengklok, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap pelayanan kesehatan masyarakat dapat semakin cepat, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
Peresmian gedung IGD baru RSUD Karawang ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan kegawatdaruratan secara cepat dan tepat,”Pungkasnya (Andyka)

