Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

Trending

― Advertisement ―

spot_img

Nasional

Kelurahan Tunggak Jati Laksanakan Verval BLTS untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

KARAWANG | infokus.click/ — Kegiatan verifikasi dan validasi (verval) data penerima Bantuan Langsung Tunai Sosial (BLTS) kembali dilaksanakan di wilayah Kelurahan Tunggak Jati, Senin,...

Peristiwa

BUMDES Desa Karyasari Rengasdengklok Programkan Ternak Domba Di Tahun 2025

KARAWANG || infokus.click/ ||Dalam langkah nyata memperkuat ketahanan pangan berbasis peternakan, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karyasari resmi meluncurkan program budidaya ternak domba. Program ini ditargetkan menjadi solusi jangka panjang untuk membangun kemandirian ekonomi warga.

Program yang didanai melalui skema ketahanan pangan tahun anggaran 2025 ini diawali dengan rapat konsolidasi dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama para penerima manfaat. Sebanyak 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah diseleksi untuk tahap awal, masing-masing menerima lima ekor domba—empat betina dan satu pejantan—yang siap dikelola setelah seluruh kandang rampung dibangun.

Baca Juga  Klarifikasi CV Sexy Road Soal Tunggakan Upah dan Utang Warung Proyek Stadion Singaperbangsa

Rapat yang digelar di Balai Desa Karyasari itu dihadiri oleh Kasie PMD Kecamatan Rengasdengklok Rini M., Ketua BPD, Pendamping Desa, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Ketua BUMDes Karyasari, Pardi, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bagi-bagi bantuan, tapi didesain sebagai sistem ekonomi yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Sebelum domba dibeli, kami seleksi dulu siapa yang benar-benar siap—baik dari sisi lahan, pengalaman, maupun pemahaman dasar soal peternakan. Ini bukan proyek asal-asalan. Kami ingin ini tumbuh jadi sumber penghasilan jangka panjang,” tegas Pardi.

Baca Juga  Klarifikasi CV Sexy Road Soal Tunggakan Upah dan Utang Warung Proyek Stadion Singaperbangsa

Pardi juga menjelaskan mekanisme pembagian hasil keuntungan antara KPM dan BUMDes, yakni 60 persen untuk pengelola dan 40 persen untuk BUMDes sebagai modal bergulir dan keberlanjutan program.

“Setiap KPM wajib merawat dan memberi pakan setiap hari. Bila terjadi kehilangan atau kematian hewan, wajib dilaporkan dan didokumentasikan sebagai bentuk tanggung jawab. Disiplin adalah kunci agar program ini tidak gagal di tengah jalan,” lanjutnya.

Kepala Desa Karyasari, Asur Pudian, menyatakan dukungan penuhnya terhadap program tersebut dan berharap akan terus berkembang di masa depan.

Baca Juga  Klarifikasi CV Sexy Road Soal Tunggakan Upah dan Utang Warung Proyek Stadion Singaperbangsa

“Kalau tiap ekor betina bisa beranak tiga sampai lima ekor per tahun, maka dalam waktu dekat akan terbentuk kelompok-kelompok peternak baru. Ini peluang besar untuk ekonomi desa,” ujar Asur optimistis.

Program ketahanan pangan berbasis ternak domba ini menjadi cerminan konkret kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan berbasis potensi desa sendiri.

•Red

Artikel Lainnya

Tops News

Populer