Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

Trending

― Advertisement ―

spot_img

Nasional

Aplikasi Lokal GOKAR Tuai Dukungan dan Keraguan, Grafik Pengguna Tunjukkan Antusiasme Warga Karawang

KARAWANG | INFOKUS.CLICK –Kehadiran aplikasi transportasi online lokal GOKAR (Go Karawang) terus menjadi perbincangan masyarakat, khususnya di media sosial. Di tengah dominasi platform transportasi...

Peristiwa

Sebanyak 46 warga Karawang diduga keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mayoritas korban balita dan ibu menyusui

KARAWANG | INFOKUS.CLICK – Insiden dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Dusun Krajan, Desa Telagasari, Kabupaten Karawang, Kamis (16/4/2026). Sebanyak 46 warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari dapur SPPG.

Mayoritas korban merupakan balita dan ibu menyusui, yang termasuk kelompok rentan dalam program pemenuhan gizi tersebut.

Korban mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada keracunan makanan, seperti sakit perut dan gangguan buang air besar (BAB).

Berdasarkan data sementara, dua korban, Giri Maulana dan Zian, harus mendapatkan penanganan intensif. Giri dirawat di rumah dengan bantuan infus, sementara Zian menjalani perawatan di klinik.

Selain itu, dua warga lainnya juga mendapatkan penanganan medis di Klinik dr. Ida.

Baca Juga  Anak 13 Tahun Asal Karawang Barat Hilang, Linda Zahra Pergi ke Sekolah Tak Kunjung Pulang

Informasi di lapangan menyebutkan bahwa sebagian makanan MBG tidak langsung dikonsumsi setelah diterima, melainkan beberapa jam kemudian.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya masalah dalam rantai distribusi makanan, khususnya terkait standar penyimpanan dan ketahanan makanan.

Jika terbukti, persoalan tidak hanya pada kualitas bahan makanan, tetapi juga pada sistem distribusi yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG

Aparat desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah melakukan pendataan korban serta pengamanan lokasi kejadian.

Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Kesehatan untuk pengambilan sampel makanan guna diuji di laboratorium.

Perwakilan Puskesmas Telagasari menyatakan bahwa tim medis telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan pemantauan kondisi warga terdampak.

Baca Juga  Siswi MI Hilang di Karawang Akhirnya Ditemukan, Diduga Pergi Bersama Kekasih yang Dikenal Lewat TikTok

Kepala Satgas BGN Karawang, Ridwan Salam, mengatakan investigasi telah dimulai sejak pagi hari bersama tim terkait.

Ia menyebutkan bahwa laporan akan segera dikirim ke pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi, termasuk kemungkinan pemberian sanksi kepada pengelola dapur SPPG.

Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti dugaan keracunan makanan tersebut.

Belum adanya penjelasan resmi memicu pertanyaan publik mengenai transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Kasus ini menjadi sorotan karena program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Baca Juga  Siswi MI Hilang di Karawang Akhirnya Ditemukan, Diduga Pergi Bersama Kekasih yang Dikenal Lewat TikTok

Peristiwa ini dinilai menjadi ujian serius bagi implementasi program MBG, khususnya dalam aspek pengawasan dan standar operasional.

Pengawasan terhadap dapur penyedia (SPPG), proses pengolahan makanan, hingga distribusi perlu dievaluasi secara menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa.

Selain itu, penerapan sistem keamanan pangan yang ketat dinilai penting agar program tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, hasil uji laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab insiden.

Di sisi lain, tuntutan akan transparansi dan tanggung jawab dari pihak terkait terus menguat.

Jika terbukti terjadi kelalaian, langkah tegas dinilai perlu diambil guna menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah,”Pungkasnya (Andyka)

Artikel Lainnya

Tops News

Populer