Karawang | INFOKUS.CLICK – Seorang perempuan berinisial Novita (21) mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pengendara ojek online (ojol) di kawasan Babakan Toge, Kampung Jatimulya 1, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.Kamis 8/10/26
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB saat korban bersama temannya sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja dengan menggunakan sepeda motor.
Berdasarkan keterangan korban, saat itu dirinya mengendarai sepeda motor dengan membonceng temannya. Keduanya melintas di jalan kawasan Babakan Toge yang kondisinya relatif sepi dan hanya cukup dilalui sekitar dua sepeda motor.
Ketika berada di sebuah tikungan, korban berpapasan dengan seorang pengendara ojol yang datang dari arah berlawanan. Pengendara tersebut disebut sempat berhenti saat berpapasan dengan korban.
Namun, korban mengaku terkejut karena pengendara ojol tersebut diduga melakukan tindakan tidak senonoh dengan menyentuh bagian sensitif tubuh temannya.
“Pas di belokan dia tiba-tiba manggil, kemudian tangannya memegang area sensitif teman saya. Tangannya juga sempat menekan sampai terasa sakit,” ujar korban saat menceritakan kejadian tersebut.
Korban mengaku spontan terkejut dan merasa terpancing emosi akibat kejadian tersebut. Setelah pengendara ojol meninggalkan lokasi, korban bersama temannya kemudian memutuskan untuk memutar arah dan mengejar pengendara tersebut.
Pengejaran disebut berlanjut hingga kawasan Kampung Secang. Korban dan temannya juga mengaku sempat merekam kejadian tersebut menggunakan telepon seluler sebagai dokumentasi.
Korban menyebut pengendara ojol yang diduga melakukan tindakan tersebut menggunakan kendaraan dengan nomor polisi T-6799-NK.
Hingga berita ini ditulis, dugaan pelecehan seksual tersebut masih memerlukan penanganan dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait. Identitas terduga pelaku maupun kronologi secara lengkap juga perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang.
Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan pelecehan terjadi di jalan yang sepi pada malam hari. Korban berharap kejadian tersebut dapat ditindaklanjuti agar tidak kembali terjadi terhadap perempuan lainnya.”Pungkasnya (Andyka)

