KARAWANG | INFOKUS.CLICK – Halim Topan, calon Kepala Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, mendapatkan nomor urut 3 dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Wadas. Ia mengaku bersyukur dan optimistis nomor tersebut menjadi bagian dari perjalanan perjuangannya untuk membawa perubahan bagi masyarakat desa.Kamis 15/10/26
Halim mengatakan, dirinya merasa senang mendapatkan nomor urut 3. Menurutnya, nomor tersebut juga memudahkan masyarakat mengenali foto dirinya di media sosial karena berada di posisi tengah.
“Alhamdulillah, saya mendapatkan nomor urut tiga. Menurut kami, nomor tiga bagus. Selain itu, posisi foto di tengah juga memudahkan masyarakat untuk mencari dan mengenali,” ujar Halim.
Halim Topan Usung Pelayanan Desa yang Cepat, Akurat, dan Gratis
Dalam pencalonannya sebagai Kepala Desa Wadas, Halim Topan membawa visi meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintahan desa.
Ia ingin menghadirkan sistem pelayanan yang lebih baik, dengan mengutamakan kecepatan, ketepatan, transparansi, serta bebas dari pungutan yang tidak semestinya.
Menurut Halim, pelayanan kepada masyarakat merupakan salah satu aspek penting yang harus terus dibenahi agar warga mendapatkan hak pelayanan secara mudah dan optimal.
Ia menilai perubahan sistem pelayanan perlu dilakukan supaya pemerintahan desa semakin profesional, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Maksimalkan Potensi Desa untuk Meningkatkan Pendapatan
Selain pelayanan publik, Halim juga menyoroti pentingnya peningkatan pendapatan desa untuk mendukung keberlangsungan berbagai program pembangunan.
Ia menilai Desa Wadas memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama dengan keberadaan sejumlah perusahaan di wilayah tersebut. Namun, potensi itu dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan desa.
“Tanpa anggaran, program akan sulit berjalan. Karena itu, potensi yang ada di desa harus digali dan dikelola dengan baik agar pendapatan desa meningkat dan program-program untuk masyarakat bisa terlaksana,” ungkapnya.
Halim turut menyoroti keberadaan tanah bengkok desa yang disebutnya memiliki luas sekitar 11 hektare. Menurutnya, aset tersebut perlu dikelola secara optimal agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan mendukung program prioritas pemerintahan desa.
Ia berharap pengelolaan aset desa yang lebih baik dapat menjadi salah satu upaya memperkuat kemandirian keuangan desa.
Perhatian terhadap Keagamaan dan Kesejahteraan Masyarakat
Halim juga memasukkan perhatian terhadap sektor keagamaan sebagai salah satu bagian dari rencana kerjanya apabila mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Wadas.
Ia berharap fasilitas keagamaan, termasuk Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta para ustaz dapat memperoleh perhatian dan dukungan sesuai kemampuan keuangan desa serta ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga perlu memperhatikan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Halim Topan Siapkan Pendekatan dengan Perusahaan untuk Penyerapan Tenaga Kerja
Persoalan kesempatan kerja menjadi salah satu keluhan masyarakat yang turut menjadi perhatian Halim Topan.
Ia berencana memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Desa Wadas, termasuk menjalin sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja.
Menurut Halim, hubungan yang baik antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak perusahaan penting untuk membuka peluang kerja bagi warga setempat.
Ia menegaskan, pendekatan yang akan dilakukan mengedepankan komunikasi dan kerja sama, bukan tekanan terhadap perusahaan.
“Kita akan melakukan pendekatan dan koordinasi dengan perusahaan serta dinas terkait. Kalau putra-putri daerah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan perusahaan, kita berharap mereka mendapatkan kesempatan untuk bekerja,” jelasnya.
Ia berharap sistem komunikasi dan koordinasi terkait perekrutan tenaga kerja dapat diperbaiki sehingga masyarakat memiliki akses informasi dan kesempatan yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja.
Berbekal Pengalaman di BPD, Halim Ingin Melanjutkan Hal Positif
Halim Topan menjelaskan, keputusannya maju sebagai calon kepala desa tidak terlepas dari pengalaman selama menjadi bagian dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Melalui pengalaman tersebut, ia mengaku memahami berbagai dinamika penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan kebijakan.
Ia menilai setiap kebijakan tentu memiliki sisi positif dan hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Karena itu, pengalaman mendampingi dan mengawasi jalannya pemerintahan desa menjadi bekal untuk menyusun langkah perbaikan ke depan.
Halim menyatakan ingin mempertahankan hal-hal baik yang sudah berjalan sekaligus membenahi aspek yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
Dengan mengusung peningkatan pelayanan publik, optimalisasi pendapatan desa, perhatian terhadap sektor keagamaan, serta perluasan peluang kerja, Halim Topan berharap dapat membawa perubahan positif bagi Desa Wadas.
Ia pun berharap masyarakat dapat menilai visi, misi, dan program yang ditawarkannya sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan pada Pilkades Wadas.”Pungkasnya (Andyka)

