KARAWANG | INFOKUS.CLICK – Kondisi rumah tidak layak huni masih dialami warga di wilayah Kabupaten Karawang. Salah satunya dirasakan oleh Nanang Sutiana, warga Kampung Buniaga Seri RT 02 RW 01, Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat.Sabtu 16/5/26

Nanang yang bekerja sebagai buruh harian hanya memiliki penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari. Dengan penghasilan tersebut, ia harus memenuhi kebutuhan hidup keluarganya yang terdiri dari empat orang dalam satu rumah.
Sementara itu, sang istri, Melani, sehari-hari mengurus anak serta membantu perekonomian keluarga dengan berjualan di warung kecil. Penghasilannya tidak menentu, berkisar antara Rp70 ribu hingga Rp100 ribu per hari, tergantung kondisi pembeli.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Nanang juga mengaku belum mendapatkan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS), sehingga menambah beban hidup keluarganya.
Kondisi rumah yang ditempati pun memprihatinkan. Selain tidak layak huni, rumah tersebut sering mengalami kebanjiran dan dipenuhi tikus, sehingga mengganggu kenyamanan serta kesehatan keluarga.
Nanang menjelaskan bahwa rumah yang ditempatinya sudah dibeli, namun hingga kini sertifikat masih atas nama Safei Bin Eman dan belum bisa dilakukan proses balik nama karena masih terkendala urusan keluarga.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengajuan bantuan perbaikan rumah sudah dilakukan sejak tahun 2016 melalui pihak kelurahan, namun hingga saat ini belum terealisasi.
“Harapan saya, semoga pemerintah bisa membantu membangun rumah kami, karena kondisi sekarang sering banjir dan banyak tikus,” ujar Nanang.
Kasus ini menjadi gambaran bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian serius, khususnya dalam program bantuan rumah layak huni dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Karawang,”Pungkasnya (Andyka)

