Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

Trending

― Advertisement ―

spot_img

Nasional

Peristiwa

Mentan Andi Amran Sulaiman Tinjau Gudang Bulog Karawang, Stok Beras Nasional Dipastikan Aman 11 Bulan

KARAWANG | INFOKUS.CLICK – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog dalam kondisi aman dan melimpah saat kunjungan ke Gudang Genesis, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kamis (23/4/2026) pukul 08.55 WIB.

Dalam kunjungannya, Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut capaian stok beras nasional ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia dan merupakan hasil kolaborasi lintas sektor.

“Ini pertama kalinya terjadi sepanjang sejarah. Hasil kerja keras seluruh anak bangsa, mulai dari Kementan, Bulog, TNI, Polri, Kejaksaan, hingga peran wartawan dan pengamat,” ujar Amran.

Menurutnya, Kabupaten Karawang menjadi salah satu daerah penyangga utama ketahanan pangan nasional. Di Karawang saja, pemerintah menyewa kapasitas gudang mencapai 102.000 ton dan saat ini sudah terisi sekitar 80.000 ton beras. Dalam dua pekan ke depan, kapasitas tersebut diprediksi penuh.

Baca Juga  Rapat Minggon Kelurahan Tunggak Jati Bahas Pajak, Penurunan Stunting, dan Pelayanan WFO Tetap Normal

Surplus stok beras nasional ini juga berdampak signifikan terhadap kebijakan perdagangan internasional. Setelah Indonesia sempat mengimpor sekitar 7 juta ton beras pada periode 2023-2024 dengan nilai mencapai Rp100 triliun, kini pemerintah menegaskan ketahanan pangan nasional semakin kuat.

Selain cadangan beras di gudang Perum Bulog, ketersediaan beras nasional juga diperkuat oleh standing crop atau padi siap panen yang diproyeksikan mencapai 11 juta ton, sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi dampak El Nino.

Pemerintah juga mencatat stok beras di sektor Horeka (Hotel, Restoran, Kafe/Katering) mencapai 12,5 juta ton. Dengan total cadangan tersebut, Indonesia diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan beras hingga 11 bulan ke depan.

Baca Juga  Rapat Minggon Kelurahan Tunggak Jati Bahas Pajak, Penurunan Stunting, dan Pelayanan WFO Tetap Normal

“Estimasi El Nino itu hanya enam bulan, sedangkan cadangan beras kita mampu memasok hingga 11 bulan. Artinya lebih dari cukup,” tegas Amran.

Tak hanya memastikan stok beras aman, pemerintah juga terus memperkuat produksi pangan melalui program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare guna meningkatkan kapasitas produksi nasional secara berkelanjutan.

Program penguatan irigasi turut dilakukan melalui pengelolaan lahan hingga 1,5 juta hektare di berbagai daerah melalui pompanisasi, pemanfaatan sungai, embung, dan sumber air lainnya.

Dalam implementasinya, pemerintah membuka pendaftaran bantuan 80 ribu unit pompa air yang ditargetkan mampu menjangkau sekitar 1 juta hektare sawah terdampak kekeringan.

Baca Juga  Rapat Minggon Kelurahan Tunggak Jati Bahas Pajak, Penurunan Stunting, dan Pelayanan WFO Tetap Normal

Selain pompanisasi, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp2 triliun untuk penyediaan benih unggul tahan kekeringan guna meningkatkan indeks pertanaman di berbagai wilayah.

Benih unggul tersebut dirancang untuk mempercepat masa tanam dan memungkinkan petani meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

“Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan pangan nasional,” Pungkasnya. (Andyka)

Artikel Lainnya

Tops News

Populer