Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

Trending

― Advertisement ―

spot_img

Nasional

PUPR Karawang Buka Suara Soal Upah Pekerja dan Utang Warung Proyek Stadion Singaperbangsa

KARAWANG |INFOKUS.CLICK - Polemik tunggakan upah pekerja dan utang warung dalam proyek pembangunan Stadion Singaperbangsa Karawang akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan...

Peristiwa

PUPR Karawang Buka Suara Soal Upah Pekerja dan Utang Warung Proyek Stadion Singaperbangsa

KARAWANG |INFOKUS.CLICK – Polemik tunggakan upah pekerja dan utang warung dalam proyek pembangunan Stadion Singaperbangsa Karawang akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang.Jumaat 24/4/26

Saat dikonfirmasi usai kegiatan pemberangkatan ibadah haji, Kepala Dinas PUPR Karawang Rusman menegaskan persoalan gaji pekerja maupun utang kepada warung merupakan tanggung jawab penuh pihak kontraktor dan berada di luar ranah teknis dinas.

“Ya itu kewajiban mereka (kontraktor), pasti dibayar. Kalau kontraktor masih mampu, itu bisa diselesaikan,” ujar Rusman, Jumat (24/04/2026).

Rusman menjelaskan, PUPR hanya memiliki kewenangan pada aspek teknis pembangunan proyek. Menurutnya, sanksi tegas seperti blacklist hanya diberlakukan jika kontraktor terbukti tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak.

“Yang kita blacklist itu kalau kontraknya tidak dilaksanakan atau ditinggalkan. Kalau kontraknya selesai, urusan lain seperti warung dan sebagainya itu di luar teknis,” jelasnya.

Utang Warung Jadi Sorotan Moral

Meski bukan menjadi kewenangan langsung PUPR, Rusman mengakui persoalan utang kepada pelaku usaha kecil tetap menjadi perhatian secara moral.

“Memang kurang baguslah. Mereka kerja di situ, makan di situ, lalu belum dibayar. Tapi itu kan masuknya hutang piutang,” katanya.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar tunggakan warung yang disebut mencapai hampir Rp50 juta, Rusman mengaku terkejut.

“Aduh, hampir Rp50 jutaan? Gede juga ya,” ucapnya singkat.

Persoalan ini menjadi perhatian publik karena tak hanya menyangkut administrasi proyek, tetapi juga menyentuh nasib pekerja dan pelaku UMKM lokal yang hingga kini masih menunggu pembayaran hak mereka.

Progres Pembangunan Stadion Singaperbangsa

Di sisi lain, Rusman memaparkan progres pembangunan Stadion Singaperbangsa Karawang. Nilai kontrak awal proyek disebut berada di kisaran Rp13 hingga Rp14 miliar, dengan realisasi pekerjaan mencapai sekitar Rp15 miliar.

Untuk tahap lanjutan, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar dengan fokus pekerjaan meliputi:

  1. Pemasangan papan skor
  2. Perbaikan lampu stadion
  3. Perapihan area pinggir lapangan

Namun, proyek lanjutan saat ini masih berada pada tahap perencanaan dan evaluasi.

“Sekarang masih tahap perencanaan. Kita belum masuk penyusunan final karena harga material masih fluktuatif, belum stabil,” ungkapnya.

Menurut Rusman, kondisi harga material yang belum stabil membuat PUPR harus melakukan evaluasi ulang agar perhitungan anggaran tetap realistis dan tidak menimbulkan kerugian.

Sorotan Publik Menguat

Pernyataan PUPR ini menegaskan adanya batas antara tanggung jawab teknis proyek dan kewajiban sosial ekonomi kontraktor. Meski demikian, polemik tunggakan upah pekerja dan utang warung proyek Stadion Singaperbangsa terus menjadi sorotan publik.

Di tengah proyek yang masih berjalan, para pekerja dan pelaku usaha kecil berharap hak mereka segera dibayarkan tanpa harus menunggu polemik berkepanjangan,”Pungkasnya (Andyka)

Artikel Lainnya

Tops News

Populer